JT (Jamaah Tabligh) Berhaji ke Bangladesh?


Berhaji itu ke Ka’bah bukan ke Bangladesh ataupun daerah lainnya.
Pembaca yang budiman, moga Allah memberi kita taufik untuk berpegang dengan kebenaran dan objektif memandang kebenaran.
Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan hamba-hambanya yang beriman untuk berhaji ke rumah-Nya. Mereka pun berdatangan ke Ka’bah dari berbagai penjuru dunia.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS al Hajj:27).

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam” (QS Ali Imran:97).


Berhaji itu memiliki banyak manfaat baik manfaat agama ataupun manfaat dunia. Di sini aku tidak akan membahas manfaat-manfaat tersebut karena semua orang sudah mengetahuinya dan tidak mungkin merinci manfaat tersebut satu persatu.
Namun sebagian gerakan dakwah yang memiliki metode dakwah yang bid’ah (baca: Jamaah Tabligh), sebuah metode dakwah yang tidak memiliki hubungan dengan metode dakwah Rasulullah dan sunahnya, mengajak-ajak manusia agar mengikuti ijtima’ tahunan di Bangladesh.
Demi Allah, ini adalah upaya menyaingi ibadah haji yang disyariatkan karena tidak ada dalam agama Allah suatu waktu tertentu atau tempat tertentu yang manusia dari berbagai tempat diseru untuk mendatanginya selain Ka’bah, rumah Allah.
Hal ini tidak disadari oleh banyak orang bahkan sebagian mereka adalah orang terpelajar dalam hukum agama dan memiliki semangat beragama yang tinggi. Mereka tidak menyadari hal di atas sehingga mereka mengira bahwa acara ijtima tersebut mengandung kebaikan.
Mereka tidak menyadari bahwa hakikat bid’ah sebagaimana definisi yang disampaikan oleh para ulama adalah sebuah amalan yang menyaingi amalan yang disyaratkan dan itu dikerjakan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
Ijtima’ Bangladesh menurut JT lebih penting dari pada Haji
Banyak orang yang ‘berhaji’ ke Bangladesh untuk menghadiri ijtima’ tahunan itu, perbuatan mereka ataupun boleh jadi lisan mereka mengatakan bahwa acara ijtima’ di Bangladesh itu lebih utama dan lebih penting dari pada haji atau umroh ke Ka’bah.
Aktivis JT tidaklah memberi pemuliaan kepada orang yang berhaji atau berumroh sebagaimana pemuliaan mereka terhadap orang yang khuruj ke Bangladesh.
Menurut mereka yang pergi ke Ka’bah adalah banyak dari orang awam sedangkan yang khuruj ke Bangladesh (atau ke IPB-India Pakistan Bangladesh-, pent) hanyalah orang-orang yang bernilai “khusus”.
Jika ada seorang tokoh semisal mantan anggota DPR, mantan menteri, mantan gubernur atau bupati, seorang doktor atau ustadz yang bingung ataupun seorang yang menyimpang dari manhaj ahli sunnah ataupun seorang yang terperdaya dengan JT yang khuruj bersama mereka maka mereka akan gembar gembor di setiap kesempatan bahwa A atau B pernah khuruj bersama mereka.
Lain halnya jika tokoh-tokoh di atas atau yang lainnya berhaji maka nilainya lebih rendah dari pada sekedar “biasa”. Haji ke Ka’bah adalah dakwah kepada agama Allah yang terbesar.
Di antara talbis atau penipuan yang dilakukan oleh JT kepada orang-orang awam adalah perkataan mereka bahwa haji adalah ibadah sedangkan khuruj adalah dakwah sedangkan dakwah itu lebih baik dan lebih afdhol dari pada ibadah.
Subhanallah, ini adalah kebohongan yang sangat besar, ucapan mereka tersebut memuat kesalahan yang besar dan banyak.
Haji adalah salah satu rukun Islam. Keislaman seseorang tidak akan sempurna melainkan dengan melaksanakannya. Haji diwajibkan atas setiap orang yang mampu menempuh perjalanan ke sana.

Haji memiliki banyak manfaat, di antaranya ada aktivitas berdakwah, melakukan amar makruf nahi munkar, menuntut ilmu agama, mengajari agama kepada orang-orang awam, mengingatkan orang-orang yang lalai, bertemu dan belajar kepada ulama. Demikianlah kondisi haji dulu dan sekarang .
Lihatlah bagaimana mereka memandang haji dengan pandangan melecehkan seakan-akan haji itu hanya tawaf dan sai.
Hiperbola ketika menyebutkan jumlah peserta ijtima

JT memiliki kebiasaan mengeluarkan ungkapan hiperbola ketika menyebutkan jumlah orang yang menghadiri acara ijtima bid’ah yang berskala internasional tahunan.
Mereka mengatakan “Allah Akbar, ada empat juta atau bahkan lebih manusia yang hadir dalam acara ijtima”. Demi Allah, ini adalah ungkapan yang berlebihan dan kemungkinan besar adalah dusta. Tidak ada manfaat dibalik hal ini selain menipu manusia.
Allah memuliakan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dengan Islam dan Tauhid
Semua orang yang berpikir objektif bahkan semua orang yang berakal mengakui bahwa KSA adalah negara kaya yang telah berkorban dengan pengorbanan yang besar baik berupa SDM, materi, ataupun moral untuk menyambut para jamaah haji. Ada banyak bandara udara yang dibuka, tempat pelaksanaan inti ibadah haji disiapkan sedemikian rupa, semua kebutuhan jamaah haji dipenuhi dst.
Meski demikian KSA membatasi jumlah jamaah haji setiap tahunnya boleh jadi sekitar tiga juta manusia.
Logiskah jika JT yang ada di negara sangat miskin tepatnya Bangladesh mampu menampung empat juta karkun (aktivis JT). Subhanallah, ini adalah kebohongan yang nyata.
Saudaraku, moga Allah memberi taufik kepada anda untuk berpegang teguh dengan sunnah, jika anda tertipu dengan JT maka sadarlah saat ini juga sebelum terlambat dengan datangnya ajal.

Jika anda sudah sadar tentang hakikat sebenarnya dari JT maka jagalah kewaspadaan jangan sampai mereka memperdaya anda. Mereka adalah orang-orang yang menampakkan kezuhudan namun di sisi lain mereka adalah orang-orang yang memerangi ilmu agama dan para ulama yang menyampaikan ilmu agama yang benar.

Sumber:
Tulisan Syaikh Salim al Thawil, murid Syaikh Ibnu Utsaimin yang tinggal di Kuwait.

http://www.saltaweel.com/articles/61

Artikel http://www.ustadzaris.com

Iklan

6 responses to “JT (Jamaah Tabligh) Berhaji ke Bangladesh?

  1. inilah salah satu penyesatan opini dari orang2 bodoh dan hasad terhadap JT..

  2. Menilai sesuatu jgn menilai dri luar saja, dan merasa golongan dia yg terbaik adalah dineraka tempatnya, apalagi menghujat sesama muslim, JT TIdak pernahberkata kebangladesh lebih afdol dri naik haji, itu salah besar, harap saudara luangkan waktu utk mendengarkan bayan/ceramah acara JT Dimasjid2 yg sdh hidup amal dakwah JT, BIAR anda mengetahui apa tujuan JT itusendiri., klo anda benar2 muslim sejati maka hati anda akan tersentuh dgn keadaan umat islam sekarang.. dan pasti dan pasti mau ikut progrm JT ITU sendiri, jgn lihat rumah dri luar saja, tapi masuklah dulu kerumah tsb, biar tau apa isinya.

  3. apa ustad sudah pernah ikut atau mendalami apa itu JT?menurut anda dgn cr apa agama ini dulu di sebar?apa usuha anda yg sudah teruji efektif membwa manusia mengenal sholat/mesjid?kl ini sesat mesti a MUI/ulama sekelas anda keluarkan fatwa,bkn hnya tls2 d internt aja,

  4. pandangan kita kdang sering menipu anda,ijtima itu hanya pertemuan rutin untk mengeluarkan jemaah ,lsm/organisasi/partai jg sering ada pertemuan/rapat/kongres ada tgktannya ,mana hadistnya pk?pikir sesaat tentang kemaslhatan agama lebih baik dr ibdah 70 thn

  5. ass alkm semoga allah swt memberi petunjuk kpd kt semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s