Sholat Ied hukumnya Fardlu ‘Ain (wajib)


Penulis: Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah :
“Kami menguatkan pendapat bahwa shalat Id hukumnya wajib bagi setiap individu (fardlu ‘ain), sebagaimana ucapan Abu Hanifah (Lihat “Hasyiyah Ibnu Abidin 2/166 dan sesudahnya) [ ] dan selainnya. Hal ini juga merupakan salah satu dari pendapatnya Imam Syafi’i dan salah satu dari dua pendapat dalam madzhab Imam Ahmad.

Adapun pendapat orang yang menyatakan bahwa shalat Id tidak wajib, ini sangat jauh dari kebenaran. Karena shalat Id termasuk syi’ar Islam yang sangat agung. Manusia berkumpul pada saat itu lebih banyak dari pada berkumpulnya mereka untuk shalat Jum’at, serta disyari’atkan pula takbir di dalamnya.

Sedangkan pendapat yang menyatakan bahwa shalat Id hukumnya fardhu kifayah adalah pendapat yang tidak jelas. [Majmu Fatawa 23/161]

Berkata Al-Allamah Asy Syaukani dalam “Sailul Jarar” (1/315) (Hasan Khan dalam “Al-Mau’idhah Al-Hasanah” 42-43) .[ ]
“Ketahuilah bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus-menerus mengerjakan dua shalat Id ini dan tidak pernah meninggalkan satu kalipun. Dan beliau memerintahkan manusia untuk keluar mengerjakannya, hingga menyuruh wanita-wanita yang merdeka, gadis-gadis pingitan dan wanita haid.

Beliau menyuruh wanita-wanita yang haid agar menjauhi shalat dan menyaksikan kebaikan serta dakwah kaum muslimin. Bahkan beliau menyuruh wanita yang tidak memiliki jilbab agar dipinjamkan oleh saudaranya (Telah tsabit semua ini dalam hadits Ummu Athiyah yang dikeluarkan oleh Bukhari (324), (352), (971), (974), (980), (981) dan (1652). Muslim (890), Tirmidzi (539), An-Nasaa’i (3/180) Ibnu Majah (1307) dan Ahmad (5/84 dan 85).).[ ]

Semua ini menunjukkan bahwa shalat Ied hukumnya wajib dengan kewajiban yang ditekankan atas setiap individu bukan fardhu kifayah. Perintah untuk keluar (pada saat Id) mengharuskan perintah untuk shalat bagi orang yang tidak memiliki uzur. Inilah sebenarnya inti dari ucapan Rasul, karena keluar ke tanah lapang merupakan perantara terlaksananya shalat. Maka wajibnya perantara mengharuskan wajibnya tujuan dan dalam hal ini kaum pria tentunya lebih diutamakan daripada wanita”.

Kemudian beliau Rahimahullah berkata :
“Diantara dalil yang menunjukkan wajibnya shalat Id adalah : Shalat Id dapat menggugurkan kewajiban shalat Jum’at apabila bertetapan waktunya (yakni hari Id jatuh pada hari Jum’at -pen) (Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah -tatkala bertemu hari Id dengan hai Jum’at- Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : (1 hadits) (Yang artinya) : “ Telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Barangsiapa yang ingin (melaksanakan shalat Id) maka dia telah tercukupi dari shalat Jum’at ….” [Diriwayatkan Abu Daud (1073) dan Ibnu Majah (1311) dan sanadnya hasan. Lihat “Al-Mughni” (2/358) dan “Majmu Al-Fatawa” (24/212)). [ ]. Sesuatu yang tidak wajib tidak mungkin dapat menggugurkan sesuatu yang wajib. Dan sungguh telah jelas bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melaksanakannya secara berjama’ah sejak disyari’atkannya sampai beliau meninggal. Dan beliau menggandengkan kelaziman ini dengan perintah beliau kepada manusia agar mereka keluar ke tanah lapang untuk melaksanakan shalat Id” (Telah lewat penyebutan dalilnya. Lihat “Nailul Authar” (3/382-383) dan “Ar-Raudlah An-Nadiyah” (1/142).)[ ]

Berkata Syaikh kami Al-Albani dalam “Tamamul Minnah” (hal 344) setelah menyebutkan hadits Ummu Athiyah :

“Maka perintah yang disebutkan menunjukkan wajib. Jika diwajibkan keluar (ke tanah lapang) berarti diwajibkan shalat lebih utama sebagaimana hal ini jelas, tidak tersembunyi. Maka yang benar hukumnya wajib tidak sekedar sunnah ……”

Sumber : www.salafy.or.id

PERLU  DIBACA  JUGA ….

Rahmat Allah bagi umat Islam dengan Dua Hari Raya (Iedul Fithri & Adha)
Definisi dan makna Hari Raya ‘Id’
Dzikir-dzikir Syar’i di Iedhul Fithri dan Adha
Berpenampilan indah di hari raya Ied
Kebolehan dalam syariat ALLAH saat berhari-raya
Kemungkaran-kemungkaran yang terjadi di Hari Raya
Sunnahnya sholat Ied di tanah lapang

Iklan

4 responses to “Sholat Ied hukumnya Fardlu ‘Ain (wajib)

  1. Ping-balik: ‘Mudik Lebaran’ dan Tradisi Yang Keliru (supaya mudik lebih bermakna) | Akhirat itu Lebih BAIK dan Lebih KEKAL

  2. Ping-balik: Puasanya Seorang Musafir [Penting Bagi yang Ingin Mudik] | Akhirat itu Lebih BAIK dan Lebih KEKAL

  3. Ping-balik: Bila Shalat ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at | Akhirat itu Lebih BAIK dan Lebih KEKAL

  4. Ping-balik: Bingkisan Istimewa Menjelang Idul Fithri (Zakat fitri & Iedul Fitri) | Akhirat itu Lebih BAIK dan Lebih KEKAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s